Pria Yaman Selamatkan Ribuan Alquran dari Tempat Sampah

Senin, 20 Mei 2013

Seorang pria Yaman memiliki misi untuk menyelamatkan sebanyak mungkin Alquran dari tempat sampah. Dia telah menemukan lebih dari 3.000 kitab suci Islam dalam lima tahun terakhir. 
Setiap hari, Qanaf Badi melihat tong sampah di ibu kota Yaman, Sanaa, untuk mencari salinan alquran dan cetakan lain yang menuliskan nama Allah. Selain kitab suci, Badai mengumpulkan surat kabar, undangan pernikahan, dan pamflet yang menulis nama Allah. 
"Saya sudah melakukan ini sejak akhir 2008. Saya keluar setelah shalat subuh, atau kapan saja, dan aku berjalan mencari mereka (salinan quran)," kata Badi kepada Reuters seperti dilansir Al-Arabiya, Senin (20/5). 
Badi merupakan mantan pekerja pabrik tekstil. Setiap hari, Badi mengambil Alquran yang dibuang dan dikumpulkan kembali ke rumahnya. Rumahnya kini menjadi tempat penyimpanan ribuan Alquran dan barang-barang religius lainnya. 
"Ibuku selalu berteriak dan meminta ayah saya mencari ruang untuk semua buku yang dia kumpulkan," ujar Samah Qanaf, putri Badi. 
Namun, Badi bertekad tidak menyimpan Alquran di rumahnya. Dia ingin memperbaiki sebanyak mungkin Alquran itu dan mengirimnya ke sekolah dan masjid. 
Sementara itu, Sheikh Jabry Ibrahim, instruktur di Departemen Endowment mengatakan Aluran tidak seharusnya dibuang. "Meninggalkan Alquran adalah kejahatan dalam dirinya sendiri apalagi membuangnya di tempat sampah atau di jalan. Ini tidak bisa diterima," tegasnya
sumber:republika

Continue Reading | komentar

Hubungan Muslim dan Aparat Kanada Mulai Mesra

Rabu, 15 Mei 2013

OTTAWA -- Hubungan umat Muslim dan penegak hukum Kanada tak lagi tegang. Sebab, peranan komunitas Muslim sangat penting bagi penegak hukum dalam menangkal radikalisasi.

Sebelumnya, polisi Kanada menangkap Raed Jaser dari Toronto dan Chiheb Esseghaier dari Montreal. Penangkapan ini menyusul informasi dari komunitas Muslim di Toronto.

Christian Leuprecht, seorang ahli terorisme di Queen's University di Kingston, Ontario, mengatakan, pemberian informasi merupakan upaya ekstensif dari kepolisian Kanada untuk memperbaiki hubungan dengan kelompok Muslim.

“Salah satu dari isu-isu utama, dan yang membuat kami berbeda dengan Amerika Serikat, adalah Kepolisian Kanada memisahkan secara jelas upaya membangun hubungan dengan komunitas lokal dengan pekerjaan intelijen,” ujarnya seperti dikutip voanews.com, Senin (6/5).

Ihsaan Gardee, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam Kanada, juga menekankan pentingnya keputusan imam tahun lalu untuk memberi informasi pada polisi.

“Hal ini menunjukkan secara jelas, Muslim di Kanada, yang kesejahteraannya terkait dengan warga negara lain, merupakan mitra untuk perdamaian,” ujarnya.

“Kami kira penting untuk menghargai peran yang dilakukan kelompok Muslim secara reguler dalam program penjangkauan. Kami secara rutin memiliki kontak dengan badan-badan keamanan.”

Plot serangan paling serius di Kanada yang melibatkan Muslim terjadi pada 2006 ketika polisi menangkap hampir 20 pria di Toronto karena berencana menanam bom di berbagai lokasi. Sebelas di antaranya kemudian didakwa melakukan kejahatan itu.
Sumber REPUBLIKA.CO.ID, 

Continue Reading | komentar

TV Swedia Siarkan Kumandang Adzan Pertama

Senin, 29 April 2013

STOCKHOLM -- Kumandang azan pertama di ibu kota Swedia, Stockholm merupakan peristiwa bersejarah bagi negara itu. Tak heran, apabila media massa Swedia, utamanya televisi menyiarkan secara langsung peristiwa tersebut.

Seperti dikutip laman World Buletin, Ahad (28/4), televisi negara Swedia menyiarkan secara langsung muadzin Masjid Fittja, Stockholm, mengumandakan adzan melalui pengeras suara di menara masjid. Selama adzan itu berkumandang, ratusan polisi berjaga-jaga untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Bagi Muslim Swedia, kumandang adzan pertama melalui pengeras suara merupakan satu momentum penting dalam dakwah Islam di Swedia. Ini karena, sekian lama Muslim Swedia memperjuangkan eksistensinya sebagai komunitas agama terbesar kedua di negaranya. "Ini merupakan peristiwa bersejarah," komentar Iman Upmann, mualaf di Swedia.

Selama adzan berkumandang, Muslim Swedia tak berhenti mengucapkan rasa syukur. "Saya telah tinggal di Swedia selama 25 tahun. Untuk pertama kalinya mendengar adzan dari menara masjid," kata Guluz Kayhan terharu.

Namun, perjuangan Muslim Swedia tak berhenti begitu saja. Mereka masih harus bekerja keras untuk meluruskan kesalahpahaman tentang Islam dan Muslim. Sebab, beberapa hari sebelum izin adzan diberikan, serangan Islamofobia masih saja terjadi. Tentu, ini jadi satu pekerjaaan rumah yang segera diselesaikan Muslim Swedia.
sumber: republika


Continue Reading | komentar

Muslim Amerika Promosikan Islam Lewat Radio

Selasa, 23 April 2013


WASHINGTON -- Aktivis Muslim, Faheem Younus begitu bahagia ketika mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan ajaran Islam lewat medium radio. Ia merasa dakwahnya akan lebih efektif.

"Saya merasa ini waktu yang tepat untuk berbagi tentang ajaran Islam. Apalagi setelah tragedi pemboman Boston," kata dia seperti dikutip The Huffington Post, Senin (23/4).



Muslim Amerika Sholat di Capital Hill
Nantinya, segmen yang diisi Faheem akan disiarkan oleh jaringan radio KOAN 95.5 FM. Oleh Faheem, segmen itu diberitajuk Muslimamerica. Pada segmen itu Faheem akan berbagi seputar ajaran Islam. 

"Saya akan tunjukan kepada masyarakat As bahwa nilai-nilai Islam tidak bertentangan dengan masyarakat AS," ujar Faheem. 

Menurut Faheem, setiap Muslim As perlu mempromosikan ajaran Islam. Itu bisa dilakukan dalam berbagai bentuk seperti dialog, tulisan atau lainnya. 

"Saya kira perlu ada pemaparan seimbang tentang Islam dan Muslim. Pada akhirnya ada harapan, apa yang saya dan Muslim Amerika lainnya dapat menghilangkan konflik yang ada," ujar Faheem. 
sumber : republika

Continue Reading | komentar

Masjid Bersejarah Bulgaria Berubah Fungsi Jadi Bar

Senin, 22 April 2013

SOFIA — Muslim Bulgaria tak berhenti memperjuangkan status kepemilikan masjid di Plovdiv. Saat ini, masjid The Taskoporu, telah berubah fungsi menjadi restoran dan bar.
Awalnya, masjid itu hancur karena wilayah ini menjadi medan Perang Dunia II. Selesai perang, masjid peninggalan Turki Ustmani ini hancur lebur. Muslim Bulgaria terpaksa menjual seluruh aset masjid.
Sayang, dana yang terkumpul tak juga mencukupi perbaikan masjid. Namun, masjid tetap digunakan. Usai perang, Bulgaria dikuasai pemerintahan komunis. Pemerintah komunis melarang Muslim memanfaatkan masjid ini untuk sarana peribadatan.
Situasi berubah, ketika Uni Soviet bubar pada 1989. Saat itu pula, pemerintahan komunis pun jatuh. Entah bagaimana, status masjid itu menjadi milik perseorangan. Ketika diselidiki, ternyata pemerintahan komunis menyewakan bangunan itu kepada perseorangan untuk dijadikan restoran dan bar.
Ketika masalah itu diajukan ke pengadilan, komunitas Muslim dinyatakan tidak berhak atas pemanfaatan bangunan itu. "Ini sangat menyedihkan. Masjid tidak digunakan untuk ibadah tetapi untuk melayani orang-orang yang mengonsumi alkohol," ungkap Mufti Plovdiv, Ahmed Ersin seperti dikutip World Buletin, Senin (22/4).
Muslim Bulgaria
Kendati kalah oleh putusan pengadilan, Muslim Bulgaria tak berhenti bekerja keras untuk memulihkan fungsi asli bangunan. Karena itu, mereka bertekad akan mengumpulkan uang sebesar 600 ribu euro guna mengambil alih masjid tersebut.
"Kami tak punya pilihan lain selain membeli tempat itu kembali," ungkap Mufti Mustafa Alis Haji.
sumber: republika

Continue Reading | komentar

Tentang Kami

Foto Saya
Lembaga Profesi Da’i yang mampu mengoptimalkan potensi para da’i dalam menegakkan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin

Pengunjung

SMS Tausyiah

SMS Tausyiah
 
Support : Johny Magazine | Google Copyright © 2011. IKADI SOLO - All Rights Reserved

Proudly powered by Blogger