Moshe Saron(Profesor Yahudi) : Hanya Ada Satu Agama, Yaitu Islam

Minggu, 25 Januari 2015

Moshe Saron
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Profesor Sejarah Universitas Hebrew, Yerusalem, Moshe Sharon, menegaskan pada dasarnya, agama di alam semesta ini hanyalah satu. Agama tersebut mengokohkan keesaan Allah dan menegaskan nabi Muhammad sebagai utusan Allah.
“Dari mulai diciptakannya semesta ini, hanya ada satu agama, yaitu Islam,” ujarnya, sebagaimana ditayangkan kantor berita Israel, Arutzsheva, yang dikutip pengguna youtube, Bahrain Tahir, pada 2012 lalu.
Dalam video berdurasi hampir tiga menit ini, Moshe menjelaskan lebih lanjut, jika ada siapapun menyatakan tempat ini adalah kuil Sulaiman, maka muslim akan menyatakan itu benar. “Solomon (sulaiman, - red) adalah muslim. David (Daud, - red), Abraham (Ibrahim, - red), Moses (Musa, - red), Yesus (Isa, - red), adalah muslim.
“Inilah yang saya maksudkan dengan islamisasi sejarah. Di seluruh islamisasi sejarah akan ada islamisasi geografi, semua wilayah yang berhubungan dengan tokoh-tokoh tadi adalah wilayah muslim,” tegas Sharon, yang ketika tampil mengenakan tutup kepala ala Yahudi atau //yarmuk//.
Wilayah-wilayah tersebut, jelasnya, terlepas apakah sesudah Nabi Muhamad datang atau belum, harus dibebaskan. “Bukan untuk ditaklukkan. Yang ada adalah untuk dibebaskan,” imbuhnya. Islam muncul di sejarah, pada saat Muhammad, adalah sebagai pembebas. Tidak ada penjajahan dalam Islam. Yang ada adalah pembebasan dalam Islam.
sumber republika.co.id

Continue Reading | komentar

IKADI SOLO ADAKAN WISUDA DAN GRAND OPENING IQC ANGKATAN KE-4

Selasa, 20 Januari 2015


Jum’at, 16 Januari 2015 IKADI Kota Surakarta telah mengadakan Acara Prosesi Wisuda dan juga Grand Opening peserta IKADI Qur'an Center angkatan ke-4.
Sejak jam 15.30 para peserta sudah berduyun-duyun memadati lokasi acara Wisuda dan Grand Opening tersebut, acara berlangsung sangat meriah dan telah dihadiri oleh ratusan peserta dari wisudawan  peserta IQC dan juga dari masyarakat sekitar. 
Tepat pukul 16.00 WIB acarapun dimulai, lantunan Ayat Suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ust. Rudy Hartanto selaku pengampu Program IQC (IKADI Qur'an Center) menambah suasana menjadi lebih tenang dan menggetarkan hati seakan orang yang mendengarnya menjadi termotivasi untuk lebih bersemangat belajar dan menghafalkan Al-Qura’an.

Ust. DR. Fatchul Arifin, ST, MT. Selaku ketua IKADI Solo telah membuka grand opening IKADI Qur'an Center Angkatan Ke-4 dan juga mewisuda sebanyak 40 peserta  wisudawan yang telah  menyelesaikan Pembelajaran Qur’an Tahap Satu di  IQC (IKADI Qur'an Center).

Usai acara prosesi Wisuda dilanjutkan dengan Kajian Qur’an dengan pembicara Ust. Syihabudin, Lc Al-Hafidz (Pempinan Pesantren Isy Karima, Karanganyar), para peserta sangat antusias mengikuti acara kajian sampai selesai.

Acara seperti ini diadakan agar memotivasi para masyarakat untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan bersemangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an, karena sebaik-baik diantara manusia adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya.





Para Peserta antusias Mengikuti Jalannya Acara
Ust. Fatchul Selaku Ketua IKADI Solo Memberikan Sertifikat Kelulusan Kepada Wisudawan

Para Wisudawan Berfoto Bersama denga Ketua IKADI Solo dan Pengampu IQC



المَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ, وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Orang yang membaca al-Qur’an dan ia mahir dalam membacanya maka ia dikumpulkan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca al-Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” Muttafaqun ‘alaih



Continue Reading | komentar

Makna Siap Siaga

Selasa, 22 April 2014

Siap Siaga
Oleh: Prof Dr KH Satori Achmad Ismail 
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.”(QS Ali Imran: 200).
Dalam ayat ini ditegaskan, manusia beruntung harus memiliki empat syarat, yakni bersikap sabar, melipatgandakan kesabaran, tetap ribath (siap siaga), dan bertakwa.
Menurut para mufassirin (pakar tafsir), makna siap siaga dalam ayat adalah menjaga benteng peperangan dari serangan musuh. 
Berangkat dari sini, para sahabat Nabi SAW banyak yang meninggalkan Kota Madinah untuk melaksanakan ribath di benteng-benteng perbatasan. Bahkan, sebagian besar mereka berjihad dan meninggal di luar Madinah sebagai syuhada.

Continue Reading | komentar

IKADI Dukung Raperda “Pelarangan Miras”

Sabtu, 22 Februari 2014

Islam adalah agama yang membawa Rahmat bagi kehidupan ini. Segala macam aktifitas yang merusak, baik merusak jiwa, fisik, maupun lingkungan adalah hal yang bertentangan dengan nilai nilai islam. Inilah yang terjadi pada minuman beralkohol yang dikenal dengan istilah MIRAS (Minuman Keras). Miras berdampak merusak baik orang yang menkonsumsinya, dan juga akan menimbulkan gangguan pada lingkungan yang ada disekitarnya. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan antara lain:
  1.  GMO  (Gangguan Mental Organik), yang mengakibatkan perubahan perilaku, misalnya peminum jadi berperialku kasar, sehingga bermasalah dengan keluarga, masyarakat,  dan  kariernya, suka berbicara  melantur,   mudah  tersinggung,  dll.
  2. Merusak Daya Ingat, orang yang kecanduan minuman beralkohol, akan terhambat perkembangan memori dan sel-sel otaknya.
  3. Gangguan Jantung, mengonsumsi minuman beralkohol lama kelamaan Jantung tidak akan berfungsi dengan baik.
  4. Gastrinitis, kecanduan minuman keras menyebabkan radang, atau luka pada lambung.
  5. Paranoid, gangguan kejiwaan. Berperilaku kasar terhadap orang-orang yang ada disekitarnya, atau seperti ada bisikan-bisikan untuk melakukan sesuatu, dan ia akan melakukan sesuatu diluar nalarnya.

Dari kacamata hukum, hak untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dalam kehidupan merupakan  Hak Asasi  Manusia   (HAM)  yang dijamin dalam  Pasal 28H ayat (1)  UUD Negara  Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945) “Setiap orang berhak hidup sejahtera   lahir batin,   bertempat  tinggal,  dan   mendapatkan  lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan “. Hak ini harus dijunjung tinggi dan dihormati oleh semua warga negara Indonesia. Oleh karena itu mereka yang berinteraksi dengan MIRAS: memproduksi, memperdagangkan, atau kah menkonsumsinya dapat dikatakan sebagai pihak yang melanggar undang undang, karena akan menciptakan kekacauan dan tidak tenangnya kehidupan ber masyarakat.
Disi lain, di dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 1 menyebutkan bahwa negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya kehidupan bangsa dan negara ini terbingkai oleh nilai nilai agama.  Oleh karena itu mestinya sebagai negara  yang   beragama,  pemerintah akan   mudah   mengatur perkembangan minuman beralkohol atau yang sering juga disebut minuman keras (miras),  yang jelas jelas diharamkan oleh semua Agama.
Miras adalah pintu lebar bagi tersebarnya HIV/AIDS dimana Solo telah menjadi kota tertinggi se Jateng jumlah penderita AIDS nya dgn jumlah pengidap sebanyak 627 orang (pada tahun 2011) dan terus meningkat. Sebagai pengayom bagi masyarakat, pemerintah kota berkewajiban utk melindungi rakyatnya dari segala macam ancaman dan bahaya yang merugikan kehidupan mereka. Pelarangan ini berlaku umum karena dampak kerusakan yang ditimbulkannya jauh lebih luas dan lebih besar dibanding keuntungan bisnisnya.
Masyarakat kota Solo khususnya, dan bangsa Indonesia secara umum, mestilah sadar bahwa larangan MIRAS lebih dikarenakan bahaya minuman keras itu sendiri dalam kehidupan manusia. Bahkan pada tahun 1986, preseiden AS (reagen) melakukan kampanye anti MIRAS ini “Say no to Alcohol”. Reagen melakukan hal ini bukanya karena dia merujuk pada nilai nilai Islam, melainka dia memahami bahayanya MIRAS bagi kehidupan universal
Bagi kita ummat Islam, kita harus yakin bahwa  Islam mengatur ummatnya, sehingga kehidupanya lebih baik dan berkah. Karena bahayanya bagi kehidupan itulah, makanya Allah jelas jelas mengharamkan MIRAS ini (QS Al Maidah ayat 90-91). Berangkat dari hal diatas PD IKADI Kota surakarta menyatakan sikap:

  1. 1    Miras adalah minuman yang jelas jelas diharamkan oleh Allah SWT, dan menjadi sumber munculnya derevasi kejahatan/kerusakan/perilaku maksiyat lainya.
  2.       Miras akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan ini secara universal, oleh karena itu harus dijauhkan dari masyarakat kota solo, dan bagsa Indonesia secara umum.  
  3.        IKADI Kota Surakarta Mendukung perda “pelarangan MIRAS”, bukan Perda “pengaturan peredaran dan penjualan MIRAS”, sehingga masyarkat kota surakarta khususnya, dan bangsa indonesai umumnya akan terselamatkan dari bahaya yang lebih besar lagi.

Surakarta, 19 Februari 2014


PD IKADI Kota Surakarta

Continue Reading | komentar

Pelatihan Da'i Remaja Kota Surakarta Tahun 2014

Peserta Da'i Remaja
Suasana di Balai Pertemuan Bakorwil II  di tengah kota Surakarta mulai riuh dengan kehadiran peserta pelatihan Dai Muda. Pelatihan yang diadakan mulai tanggal 10 s.d 12 Februari 2014 diikuti perwakilan Rohis Sekolah di Kota Surakarta. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Pengurus Daerah IKADI Solo dengan Pemerintah Kota Surakarta.
Acara yang dibuka oleh Nurul Umam Supraptono Selaku ketua Panitia menyampaikan "Pelatihan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua, selaku Ketua Panitia kami berterima kasih atas kerjasama pihak IKADI Solo yang telah membantu mensukseskan acara pelatihan dai muda.".


Ketua IKADI SOLO Ust. Fatchul Arifin, ST. MT memberikan materi "Fiqud Da'wah"

Acara pelatihan menghadirkan beberapa pembicara diantaranya

  1. Ust. Abdul Hakim, S.HI 
  2. Ust. Hatta Syamsudin, LC
  3. Ust. Fatchul Arifin, S.T., M.T
  4. Ust. Tri Bimo Soewarno, LC.MA
  5. Ust. M. Widodo, SPd,MPd
  6. Ust. Syaifuddin Zuhri, SAg
Dalam acara yang berlangsung 3 hari ini berjalan lancar. Peserta mengikuti acara dengan antusias. Dalam acara ini juga dilakukan Workshop.


Ust. Hatta Syamsudin memberikan materi "Bekal Para Dai"

Pelatihan Dai Remaja ini diharapkan mampu mengasah kemampuan kader-kader muslim dalam menyampaikan ayat-ayat Allah SWT.
Akhir acara ini ditutup dengan foto-foto bersama peserta, Asatidz IKADI dan Panitia.
Foto bersama Asatidz, peserta dan Panitia Pemkot Surakarta
Foto bersama panitia Pemerintah Kota Surakarta dan Pengurus PD IKADI Solo


Continue Reading | komentar

Tentang Kami

Foto Saya
Lembaga Profesi Da’i yang mampu mengoptimalkan potensi para da’i dalam menegakkan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin

Pengunjung

Event

 
Support : Johny Magazine | Google Copyright © 2011. IKADI SOLO - All Rights Reserved

Proudly powered by Blogger