Nasionalisme Dalam Islam

Senin, 03 April 2017

Mungkin akan ada komentar yang menggelitik, mengapa kita harus tertarik dengan Mempertahankan Tanah Air ? Bukankah itu adalah bagian dari indoktrinasi Nasionalisme yang justru bisa melunturkan semangat dan nilai keislaman. Saya yakin salah paham semacam ini banyak beredar di kalangan aktifis Islam, dimana ada pandangan bahwa segala hal yang berbau nasionalisme, patriotisme selalu dibenturkan dengan kemuliaan dan keluasan ajaran Islam. Membahas satu persatu tuduhan dan syubhat dalam postingan blog tentu tidak akan menyelesaikan masalah, namun ada beberapa lintasan pikiran yang ingin saya kemukakan, mengapa kita selaku umat Islam berkepentingan untuk ikut tampil dan turun gelanggang memastikan kekuatan pertahanan negara Indonesia ?  

Nasionalisme Dalam Islam


Menjaga Tanah Air filosofis Rasa Syukur. 

Kita bersyukur dianugerahi sebuah tanah air yang penuh kekayaan alam, cuaca yang pertengahan, dan penduduk yang ramah tamah. Terlampau banyak nikmat Allah SWT yang diberikan kepada negeri ini, sehingga itu semua harus disyukuri sepenuh hati, sesuai perintah Allah SWT : 

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim 7)

Kewajiban bersyukur ini harus diikuti dengan kesiapan menjaga negara ini dari ancaman bahaya, baik dari luar invasi ketamakan imperialisme, maupun penggerogotan kedaulatan ekonomi, sosial budaya dari dalam negeri sendiri.  Menjaga kedaulatan seperti ini adalah sebagai bentuk syukur ilahi, agar tidak tercabut semua nikmat lalu berubah menjadi prahara dan bencana.

Menciptakan Kondisi Aman untuk Beribadah

Umat Islam berkewajiban menciptakan kondisi yang aman dan tentram di kalangan masyarakat. Apalagi mereka adalah mayoritas di negeri Ini. Semua upaya memunculkan keresahan, adu domba dam kerusuhan harus dijauhkan dari benak anak negeri ini. Umat Islam siap berada dipanglima terdepan untuk menentramkan negeri, karena satu niatan mulia : kondisi negara yang tentram akan membuat kita nyaman dalam beribadah, mudah dalam bekerja dan berusaha. Mari mengingat sindiran Allah SWT kepada orang qurays yang telah diberikan kenyamanan dan keamanan.

“ Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan” (QS Qurays 3-3)

Meyakini Spirit Nasionalisme dalam Islam

Kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat adalah mendefinisikan Nasionalisme sebagai ajaran dan agama baru, dimana segala niatan dalam gerak amal dan perbuatan berlandaskan nasionalisme yang sempit atau buta. Bahkan pada tataran : salah benar yang penting negaraku ! 

Pemahaman sempit tentang nasionalisme memang mengantarkan pada hal yang terlarang dalam agama kita, dalam bahasa populernya adalah ashobiyah atau kesukuan. Yang belum-belum sudah disebutkan dalam hadits :

“Bukan termasuk Ummatku orang yang m engajak pada Ashabiyah,dan bukan termasuk ummatku orang yang berperang atas dasar Ashabiyah,dan bukan termasuk ummatku orang yang mati atas dasar Ashabiyah.“(HR.Abu Dawud).

Maka yang terpenting adalah meluaskan pemahaman dan spirit tentang nasionalisme, pertahanan dan keamanan. Bukan sekedar cinta tanah air simbolistik, tapi nuansa kepedulian akan nasib dan kejayaan para penduduknya. Inilah yang digambarkan dengan indah oleh Hasan Al Banna :  “ bahwa apabila yang dimaksud dengan nasionalisme adalah kerinduan atau keberpihakan terhadap tanah air, keharusan berjuang membebaskan tanah air dari penjajahan, ikatan kekeluargaan antar masyarakat, dan pembebasan negeri-negeri lain maka nasionalisme dalam makna demikian dapat diterima dan bahkan dalam kondisi tertentu dianggap sebagai kewajiban “ 

Mempertahankan Wilayah Negara dari Musuh adalah Jihad

Polemik seputar pemaknaan jihad selalu menjadi senjata menyudutkan umat Islam, bahwa yang dimaksud Jihad senantiasa berujung kepada pemberontakan dan revolusi kepada penguasa yang ada. Ini pemahaman yang  seharusnya dijauhkan dari benak seorang muslim. Pemaknaan Jihad sesuai riwayat yang ada dalam Al Quran dan Sunnah harus ditempatkan dengan objektif dan clear. Tidak boleh ada sebuah hadits yang didepak selama masih didukung dengan jalan yang kuat. Dan inilah kenyataaannya, gambaran hadits dan penjelasan ulama tentang jihad telah menempatkan jihad dalam posisi yang mulia, sekaligus beragam bidang penekanannya, tidak sekedar peperangan dan yang semacamnya.

Maka, mempertahankan wilayah negara ini dari ancaman musuh yang akan mengganggu ketentraman negeri ini adalah salah satu bentuk jihad. Para tentara di perbatasan yang siap setiap saat mengantar nyawa membela sejengkal tanah negara ini harus punya visi jihad. Kita renungkan hadits dari Rasulullah SAW :

“ Barangsiapa yang dibunuh karena hartanya maka dia syahid, barangsiapa dibunuh karena agamanya maka dia syahid, barangsiapa yang dibunuh karena darahnya maka dia syahid, barangsiapa yang dibunuh karena membela keluarganya maka dia syahid.” (HR Tirmidzi)

Tanah air yang kita jaga ini adalah harta kita, sekaligus tempat keluarga kita bernaung dengan tenang. Maka menjaga dan membelanya dengan niatan tulus suci, adalah salah satu bentuk jihad. Wallahu a’lam

Oleh Ustadz Hatta Syamsuddin - www.indonesiaoptimis.com

Continue Reading | komentar (1)

Kajian Ahad Pagi : Menjemput Husnul Khotimah

Jumat, 24 Maret 2017

Laweyan(4/3) Kajian ahad pagi kali ini disampaikan oleh Ustadz Amin Rosyadi, Lc. Dalam kajian ini disampaikan kajian dengan Tema "Menjemput Husnul Khotimah". Dalam kesempatan ini disampaikan   Kematian yang baik (khusnul khotimah) itu merupakan salah satu tanda nasib baik yang akan terus menaungi seseorang. Orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah maka insyaAllah perjalanan berikutnya mulai dari alam kubur hingga proses hisab dan mendapat balasan dari Allah insyaAllah baik, insya Allah enak.

Continue Reading | komentar

Pendaftaran I'tikaf Qurani Bersama IKADI Kota Surakarta

Kamis, 16 Juni 2016

Itikaf Qurani
Laweyan (14/6) IKADI Kota Surakarta pada bulan Ramadhan 1437 H ini mengagendakan untuk menyelenggarakan I'tikaf Qurani. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Haramain dan NHIC UNS. Kegiatan ini direncanakan pada

Tanggal : 25 Juni - 2 Juli 2016

Biaya pendaftaran: Rp. 200.000,-
Rekening Transfer : 0166.01.023699.50.9 a.n Wulan

Program
  1. Sholat Tarawih
  2. Qiyamul Lail
  3. Kajian Pagi
  4. Bimbingan memperbaiki bacaan dan Menghafal Al Qur'an
  5. Target Tambahan hafalan 3 Juz
Fasilitas 
  1. Musrif (Pendamping Program Al Qur'an)
  2. Makan Sahur dan Buka Puasa
  3. Snack dan Coffee Break
  4. Laundry
  5. Merchandise
  6. Hadiah untuk 10 peserta terbaik
Contact Person
  1. 08568133633 (Putri)
  2. 085725201549(Putra)
Tempat
Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret

Dengan program ini diharapkan mampu memperbaiki bacaan Al Quran, menambah hafalan, dan mengisi 10 hari terakhir dengan I'tikaf di Masjid. 

Continue Reading | komentar

Kajian Ramadhan Ahad Sore: Menuju Ketaqwaan

Minggu, 12 Juni 2016

Laweyan (12/6), Masjid Abu Bakar Laweyan sore itu banyak didatangi oleh ibu-ibu dan anak-anak, kemudian disusul dengan hadirnya para bapak yang ternyata ingin menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa dengan mengikuti kajian.
Ust. M. Haris Waskita, S.Pd Menyampaikan Tausyiah

Bulan Ramadhan, merupakan bulan yang dinantikan oleh seluruh umat islam. Termasuk masyarakat di daerah Laweyan khususnya di sekitar Masjid Abu Bakar Laweyan yang merupakan Markaz IKADI Kota Surakarta.

Jamaah Peserta Kajian Ahad Sore
Peserta Kajian Ahad Sore
Sesuai jadwal agenda Rangkaian acara Ramadhan IKADI Kota Surakarta bahwa hari ini, Ahad, 12 Juni 2016 diadakan Kajian Ahad Sore yang bertempat di Masjid Abu Bakar Laweyan. Peserta acara ini diikuti oleh masyarakat di Sekitar Masjid, kader IKADI dan para pengurus IKADI Kota Surakarta.

Acara Kajian dimulai pukul 16.00 WIB dengan pembicara Ust. M. Haris Waskito, S.Pd yang membawakan materi Menuju Ketaqwaan. Peserta tampak antusias menghadiri, hal ini terlihat dari target 100 peserta, ternyata yang hadir kurang lebih 110 peserta.

Dalam kajian Ust. M. Haris Waskita, S.Pd menyampaikan bahwa pentingnya bertaqwa kepada Allah SWT. dan selanjutnya bagaimana mencapai ketaqwaan kepada Allah.

Acara ini ditutup dengan berbuka puasa bersama, dengan snack dan makan yang sudah disediakan oleh panitia.

Suasana Kajian Ahad Sore
Agenda berikutnya, IKADI Kota Surakarta akan mengadakan pelatihan Pengelolaan Zakat, yang akan diagendakan tanggal 19 Juni 2016, sebagai rangkaian agenda Ramadhan 1437 H.

Continue Reading | komentar

IKADI Kota Surakarta Sambut Ramadhan 1437 H

Jumat, 10 Juni 2016

Surakarta(10/6) Bertempat di Markas IKADI Kota Surakarta Masjid Abu Bakar Laweyan. Sejumlah pengurus IKADI Masa Khidmat 2016-2021 telah menyelesaikan program kerja IKADI untuk Ramadhan 1437 H. Dalam kesempatan tersebut disusun rangkaian acara dalam rangka memeriahkan dan mengagungkan syiar islam di Wilayah Kota Surakarta.

Dalam kesempatan tersebut Ketua IKADI Surakarta masa khidmat 2016-2021 Ustadz Bimo Tri. S., Lc. MSi. menyampaikan arahanya bahwa IKADI di Ramadhan ini mampu membuat program prioritas untuk menyemarakkan bulan Ramadhan 1437 H.

Pengurus IKADI masa khidmat 2016-2021 yang baru kemarin Sabtu(4/6) dilantik ini, dalam rapat kerja akhirnya dihasilkan beberapa poin program kerja prioritas yaitu
1. Kajian Ahad Sore dan Ifthor Bersama
Jadwal : 12 Juni 2016
Target : Masyarakat Umum, Kader IKADI
Pembicara : M. Haris Waskita, S.Pd
Lokasi : Masjid Markas IKADI Kota Surakarta
Tasmi' : Ust. Muslam
2. Pelatihan Pengelolaan Zakat
Jadwal : 19 Juni 2016
Target : Takmir Masjid se Surakarta
Pembicara : Ust. Bimo Tri S., Lc., M.Si

3. I'tikaf Al Qur'an
Jadwal : Menyusul
Konsep : Bekerjasama dengan Haramain dan NHIC

4. I'tikaf Ramadhan
Jadwal : 10 Hari terakhir Ramadhan

Kegiatan tersebut di atas diharapkan mampu memberikan warna di bulan Ramadhan sekaligus pemanasan bagi pengurus IKADI Masa Khidmat 2016-2021.

Selain menyusun program tersebut, IKADI Kota Surakarta juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin beramal kebaikan dapat mendonasikan dana untuk mendukung rangkaian acara tersebut di atas dengan cara 
1.  Menghubungi Bendahara IKADI Ust. Sunarko, SE., M.M
2. Transfer ke Rekening IKADI Kota Surakarta dengan Rekening Bank BSM no. 0120231219 an Fachul Arifin.


Continue Reading | komentar

Pengunjung

Kajian Ahad Pagi

Kajian Ahad Pagi
 
Support : Johny Magazine | Google Copyright © 2011-2017. IKADI SOLO - All Rights Reserved

Proudly powered by Blogger