Pria Yaman Selamatkan Ribuan Alquran dari Tempat Sampah
Hubungan Muslim dan Aparat Kanada Mulai Mesra
Rabu, 15 Mei 2013
Sebelumnya, polisi Kanada menangkap Raed Jaser dari Toronto dan Chiheb Esseghaier dari Montreal. Penangkapan ini menyusul informasi dari komunitas Muslim di Toronto.
Christian Leuprecht, seorang ahli terorisme di Queen's University di Kingston, Ontario, mengatakan, pemberian informasi merupakan upaya ekstensif dari kepolisian Kanada untuk memperbaiki hubungan dengan kelompok Muslim.
“Salah satu dari isu-isu utama, dan yang membuat kami berbeda dengan Amerika Serikat, adalah Kepolisian Kanada memisahkan secara jelas upaya membangun hubungan dengan komunitas lokal dengan pekerjaan intelijen,” ujarnya seperti dikutip voanews.com, Senin (6/5).
Ihsaan Gardee, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam Kanada, juga menekankan pentingnya keputusan imam tahun lalu untuk memberi informasi pada polisi.
“Hal ini menunjukkan secara jelas, Muslim di Kanada, yang kesejahteraannya terkait dengan warga negara lain, merupakan mitra untuk perdamaian,” ujarnya.
“Kami kira penting untuk menghargai peran yang dilakukan kelompok Muslim secara reguler dalam program penjangkauan. Kami secara rutin memiliki kontak dengan badan-badan keamanan.”
Plot serangan paling serius di Kanada yang melibatkan Muslim terjadi pada 2006 ketika polisi menangkap hampir 20 pria di Toronto karena berencana menanam bom di berbagai lokasi. Sebelas di antaranya kemudian didakwa melakukan kejahatan itu.
Sumber REPUBLIKA.CO.ID,
TV Swedia Siarkan Kumandang Adzan Pertama
Senin, 29 April 2013
STOCKHOLM -- Kumandang azan pertama di ibu kota Swedia, Stockholm merupakan peristiwa bersejarah bagi negara itu. Tak heran, apabila media massa Swedia, utamanya televisi menyiarkan secara langsung peristiwa tersebut.
Seperti dikutip laman World Buletin, Ahad (28/4), televisi negara Swedia menyiarkan secara langsung muadzin Masjid Fittja, Stockholm, mengumandakan adzan melalui pengeras suara di menara masjid. Selama adzan itu berkumandang, ratusan polisi berjaga-jaga untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Bagi Muslim Swedia, kumandang adzan pertama melalui pengeras suara merupakan satu momentum penting dalam dakwah Islam di Swedia. Ini karena, sekian lama Muslim Swedia memperjuangkan eksistensinya sebagai komunitas agama terbesar kedua di negaranya. "Ini merupakan peristiwa bersejarah," komentar Iman Upmann, mualaf di Swedia.
Selama adzan berkumandang, Muslim Swedia tak berhenti mengucapkan rasa syukur. "Saya telah tinggal di Swedia selama 25 tahun. Untuk pertama kalinya mendengar adzan dari menara masjid," kata Guluz Kayhan terharu.
Namun, perjuangan Muslim Swedia tak berhenti begitu saja. Mereka masih harus bekerja keras untuk meluruskan kesalahpahaman tentang Islam dan Muslim. Sebab, beberapa hari sebelum izin adzan diberikan, serangan Islamofobia masih saja terjadi. Tentu, ini jadi satu pekerjaaan rumah yang segera diselesaikan Muslim Swedia.
sumber: republika
Muslim Amerika Promosikan Islam Lewat Radio
Selasa, 23 April 2013
"Saya merasa ini waktu yang tepat untuk berbagi tentang ajaran Islam. Apalagi setelah tragedi pemboman Boston," kata dia seperti dikutip The Huffington Post, Senin (23/4).
![]() |
| Muslim Amerika Sholat di Capital Hill |
"Saya akan tunjukan kepada masyarakat As bahwa nilai-nilai Islam tidak bertentangan dengan masyarakat AS," ujar Faheem.
Menurut Faheem, setiap Muslim As perlu mempromosikan ajaran Islam. Itu bisa dilakukan dalam berbagai bentuk seperti dialog, tulisan atau lainnya.
"Saya kira perlu ada pemaparan seimbang tentang Islam dan Muslim. Pada akhirnya ada harapan, apa yang saya dan Muslim Amerika lainnya dapat menghilangkan konflik yang ada," ujar Faheem.
sumber : republika
Masjid Bersejarah Bulgaria Berubah Fungsi Jadi Bar
Senin, 22 April 2013
![]() |
| Muslim Bulgaria |






