Mengambil Hikmah dari Peristiwa KDRT di Hari Kartini



Surakarta. “Kami prihatin dengan adanya kasus KDRT yang mengakibatkan meninggalnya seorang istri, apalagi itu terjadi disaat kita semua memperingati Hari Kartini.” Ungkap Ustadz Fatchul Arifin MT, Ketua PD IKadi Kota Surakarta. Keprihatinan PD IKadi Kota Surakarta itu terkait dengan kejadian yang menimpa Yuliantini, warga Jagalan Jebres Surakarta, yang mengalami kasus KDRT dengan pelaku suaminya sendiri.

“Ada beberapa hal yang sesungguhnya menjadi PR bagi kita semua warga Kota Surakarta, khususnya pasangan suami istri.” Lanjut Ustadz Fatchul.

Yang pertama, kita harus menelisik kembali apa niat dan visi misi kita dalam membina rumah tangga. Niat dan visi misi itu harus dalam rangka beribadah kepada Allah. Niat dan visi misi yang benar akan membuat pasangan baik suami maupun istri memiliki kesadaran dan
tanggung jawab agar rumah tangganya bisa bahagia, sakinah, mawadah, wa rahmah. Bagi yang belum berumah tangga, mari menata niat dan visi misi yang benar, dan bagi yang sudah berumah tangga, mari kita koreksi kembali niat dan visi misi itu”

Yang kedua, banyak diantara calon maupun pasangan suami istri yang belum memiliki ilmu dan pengetahuan yang cukup untuk membina rumah tangga yang bahagia. Apalagi banyak sekali kasus-kasus hamil di luar nikah, sehingga akhirnya pernikahan adalah kecelakaan. Kejadian ini
lebih memprihatinkan, karena pasangan itu memulai rumah tangganya dengan kemaksiyatan dan dosa. Kalau awalnya saja begitu, bagaimana nantinya. Butuh upaya memperbaiki diri yang lebih serius.”

Yang ketiga, lingkungan masyarakat kita yang semakin permisif, nilai-nilai negative semakin terbuka, perselingkuhan merajalela, juga kepedulian untuk saling nasehat menasehati semakin luntur. Akhirnya, masyarakat pun tak peduli dengan gejala-gejala perpecahan rumah tangga, dan akhirnya kalaupun pecah, masyarakat hanya menjadikannya sebagai bahan gunjingan belaka.”

 “Kami, Ikadi Kota Surakarta mengharapkan kepada seluruh pasangan suami istri, untuk senantiasa instrospeksi diri, sudahkah rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang membahagiakan? Sudahkah kita memiliki niat dan visi misi ibadah pada Allah dalam berumah tangga? Kepada Pemerintah khusunya instansi terkait, kami mengharapkan ada program edukasi kepada pasangan yang akan menikah, juga kepada pasangan yang sudah menjalani pernikahan. Perlu juga dibuka pelayanan konsultasi permasalahan keluarga di unit pelayanan di tingkat kecamatan. Terakhir, kepada masyarakat, mari asah kepedulian kita untuk menciptakan kondisi
lingkungan yang kondusif, agar masing-masing pasangan rumah tangga bisa mudah dalam menjalani rumah tangganya dengan bahagia, dan memiliki kepekaan terhadap pasangan rumah tangga yang mulai kelihatan bibit-bibit perpecahan untuk bisa berperan aktif dalam menasehati
maupun mendamaikannya dengan bijak.”

Ikadi Kota Surakarta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RENUNGAN TAHUN BARU HIJRIYAH

JIHAD dan PENGORBANAN