Ustadz Satori: Ikadi Khawatirkan Umat Jauh dari Masjid


JAKARTA -- Berkembangnya masjid agung yang megah dan besar di berbagai daerah di Indonesia memberi kebanggaan tersendiri bagi umat Islam. 
Namun, di sisi lain kondisi ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi ulama. Sebab, pembangunan masjid sering kali tidak dibarengi dengan semangat umat untuk beribadah.
Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prof.Dr. Achmad Satori Ismail menyatakan, gejala semakin sepinya masjid-masjid di Indonesia ini sudah terjadi lama. 
Namun, dalam satu dekade terakhir, fenomena ini terjadi semakin kontras di tengah gencarnya pembangunan masjid raya dan masjid agung. "Masjid semakin banyak dan sangat megah, tapi sepi atau bahkan tidak ada jamaahnya," kata Satori.
Menurut dia, fenomena ini harus menjadi perhatian para ulama dan pemda. Sebab, kata Satori,  masyarakat Islam yang kuat adalah masyarakat yang dekat dengan masjid. 
Karenanya, sambung Satori, Ikadi mengusulkan kepada pihak terkait agar dapat mengaktifkan kembali pembinaan masyarakat berbasis masjid.
Selain itu, Ikadi juga berharap, sekolah—khususnya sekolah Islam—dapat memperbanyak kegiatan dan aktivitas siswa di masjid.
Langkah ini sebagai metode mendekatkan generasi muda dengan masjid. "Orang tua pun berperan besar mengajarkan generasi muda dekat dengan masjid," ujarnya.
Di sisi lain, menurut Satori, sistem pengelolaan masjid harus diperbaiki. Pengurus masjid diharapkan dapat menggiatkan setiap aktivitas ibadah di masjid atau di lingkungan masjid. 
Selain shalat berjamaah dan majelis taklim, masih banyak potensi kegiatan lain yang dapat dilakukan di lingkungan masjid. Misalnya, pengembangan ekonomi masyarakat serta forum diskusi dan kajian agama. 

Komentar

Posting Komentar

Isikan Komentar Anda

Postingan populer dari blog ini

RENUNGAN TAHUN BARU HIJRIYAH

JIHAD dan PENGORBANAN