JIHAD dan PENGORBANAN

JIHAD dan PENGORBANAN 

oleh Ust Bimo IKADI

Peristiwa Nabi Ibrahim mendapat ilham untuk qurban , menyembelih anaknya Ismail, sebenarnya bukan untuk diperintahkan membunuh Ismail beneran, tapi Allah hanya ingin melihat respon Ibrahim terhadap perintah Allah.

Ketika seseorang jihad artinya dia benar2 serius. Ketika seseorang berijtihad, maka dia sudah mengeluarkan segala daya upaya untuk mengeluarkan sebuah hukum, itulah sebabnya seseorang mendapat pahala 1 walaupun salah, karena memang benar2 serius usahanya.

Juhud adalah usaha yang ekstra bukan main-main.

Rasulullah dan para sahabat ini dijuluki rahib di malam dan pejuang di siang, karena perjuangan mereka tiada henti, benar2 serius, siang dan malam. Ini adalah contoh sebuah jihad.

Juhud dihadirkan dengan:

1. Manajemen waktu
2. Manajemen diri

Manajemen Waktu,

Rasulullah mengajarkan, agar jihad jadi produktif, maka manusia membagi waktu sehari menjadi empat bagian bagi muslim berakal:

1. Waktu untuk bermunajat kepada Allah
2. Waktu untuk evaluasi diri – muhasabah
3. Waktu untuk memikirkan ciptaan Allah – untuk menambah keimanan
4. Waktu untuk memenuhi kebutuhannya - termasuk makan dan minum

Kita adalah dai sebelum semua hal lainnya (nahnu du'at qobla kullu syaiin).

Inspirasi kisah : 
1. Surat Yasin ayat 13 ke ayat 25.
2. Anas bin Nadir yang gagal ikut Perang Badar dan sangat menyesal sekali lalu menebusnya di Perang Uhud. ini adalah asbabun nuzul Al Ahzab 23
3. Yazid bin Sakan, tameng hidup Rasulullah pada kekalahan perang di Uhud.

note untuk istilah:
*Ghaswah adalah perang yang dipimpin oleh Rasululah sendiri
*Sariyah adalah perang yang dipimpin selain oleh Rasulullah.


Komentar